Fatwa MUI Diremehkan, Aa Gym: Hati-hati Ujub Dan Takabur

Aa Gym ingatkan masyarakat soal Fatwa MUI/Net

Fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait larangan sementara melakukan shalat berjamaah di masjid di tengah pandemik corona menuai polemik. Bahkan, sejumlah pihak beranggapan fatwa tersebut sebagai konspirasi untuk mengosongkan masjid.

Menanggapi persoalan tersebut, dai kondang Abdullah Gymnastiar menyatakan, masyarakat harus menghindari ujub dan takabur ketika berbeda pendapat. Dirinya meminta agar tidak ada yang merasa paling benar, apalagi hingga meremehkan fatwa ulama.

“Dan yang lebih bahaya lagi merasa paling tawakal ‘saya mah tidak takut’. Aduh, ini hati-hati sekali yah, memang para ulama itu tidak takut sama Allah? Beliau-beliau itu lebih takut daripada kita,” tutur Aa Gym, sapaan Abdullah Gymnastiar, dalam video yang dibagikan di akun YouTube pribadinya @AagymOfficial, Sabtu (21/3).

Aa Gym menerangkan, tidak ada yang melarang ketika masing-masing pihak memiliki perbedaan pendapat. Akan tetapi, dirinya meminta masyarakat tidak meremehkan pendapat para ulama karena merasa diri paling benar.

Selain itu, Aa Gym juga tidak mempermasalahkan apabila ada masyarakat yang tidak takut dengan wabah corona. Hanya saja, jangan langsung menghakimi mereka yang mematuhi fatwa ulama sebagai orang tidak beriman dan tawakal.

“Ini bahaya, termasuk penyakit ujub dan takabur. Saya khawatir, kalau memiliki penyakit itu Allah akan menguji kesombongan. Sombong tidak hanya duniawi, bisa sombong oleh ilmu, amal, perasaan kedekatan dengan Allah,” tuturnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

“Kita semua harus hati-hati, jangan sampai ujub takabur. Hanya karena perbedaan pendapat kemudian merasa diri paling benar, meremehkan para ulama, merasa paling yakin ke Allah, sampai meremehkan amirul muminin,” imbuhnya.

Maka itu, Aa Gym mengimbau semua pihak bisa bersikap bijaksana dalam mempelajari aturan agama, dan harus sampai paham. Termasuk memahami duduk perkara yang dijadikan fatwa larangan sementara shalat berjamaah di tengah mewabahnya virus corona.

“Umar bin Khatab, bagaimana sikap beliau tentang wabah. Kurang bagaimana iman beliau. Beliau adalah sahabat nabi, amirul muminin pasti paham sekali Islam, pasti imannya jauh melampaui kita semua dan beliau mengatakan lari dari satu takdir ke takdir lain,” tandasnya.

Diketahui, sebelumnya beredar video sejumlah orang menurunkan banner yang dipasang di Masjid Raya Bandung. Banner tersebut merupakan maklumat dari fatwa yang dikeluarkan MUI tentang pembatasan sementara ibadah di masjid, di tengah pandemik Covid-19.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Pesan Anies Baswedan Untuk ASN: Tetap Tangguh Meski TKD Berkurang

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020

Artikel Lainnya

Gubernur Khofifah Beri Kuota Khusus PPDB SMA Untuk Anak Tenaga Medis
Nusantara

Gubernur Khofifah Beri Kuota..

31 Mei 2020 09:28
Perhatikan Masyarakat Terdampak Covid-9, GAMKI Dirikan Dapur Umum Dan Bagikan Ratusan Nasi Bungkus
Nusantara

Perhatikan Masyarakat Terdam..

31 Mei 2020 04:34
Tingkat Kematian Akibat Covid-19 Di Muaratara Rendah, Gubernur Sumsel Beri Apresiasi
Nusantara

Tingkat Kematian Akibat Covi..

31 Mei 2020 04:14
Camat, Lurah, Hingga Petugas Dishub Kecewa Jadi Bagian ASN DKI Yang Kena Pemangkasan Tunjangan
Nusantara

Camat, Lurah, Hingga Petugas..

31 Mei 2020 02:44
Tidak Benar, Pemeriksaan SIKM Di Jakarta Hanya Sampai 7 Juni
Nusantara

Tidak Benar, Pemeriksaan SIK..

31 Mei 2020 00:51
Tak Kantongi SIKM, 12.710 Warga Gagal Keluar-Masuk Jakarta
Nusantara

Tak Kantongi SIKM, 12.710 Wa..

31 Mei 2020 00:04
Gugus Tugas Manut Dengan Presiden, 102 Kabupaten Kota Bakal Terapkan New Normal
Nusantara

Gugus Tugas Manut Dengan Pre..

30 Mei 2020 22:24
Tren Reaktif Covid-19 Tinggi, BIN Tambah Mobil Lab Dan Titik Rapid Test Di Surabaya
Nusantara

Tren Reaktif Covid-19 Tinggi..

30 Mei 2020 21:29