Beksan Pitutur Jati, Sebuah Sajian Tari Yang Diperagakan Tujuh Profesor Untuk Paku Alam X

Para penari profesor sedang membawakan tarian Jawa tradisional Beksan Pitutur Jati ciptaan Paku Alam IX/Istimewa

Sebuah sajian tarian Jawa 'Beksan Pitutur Jati' disajikan tujuh profesor di hadapan KGPAA Paku Alam X dan ratusan tamu undangan yang hadir pada Tingalan Wiyosan Dalem atau Peringatan ulang tahun ke- 59 Wagub DIY itu di Kadipaten Pakualaman, Yogyakarta, Jumat (13/3).

Ketujuh gurubesar yang menarikan beksan ciptaan almarhum Paku Alam IX itu adalah Prof Dr Y Sumandiyo Hadi dan Prof Dr Dr I Wayan Dana dari ISI Yogyakarta; Prof Dr Djazuli dari UNNES Semarang); Prof Dr Sri Rochana Widyastutieningrum dan Prof Dr Nanik Sri Prihatini dari ISI Surakarta; serta Prof Dra Indah Susilowati dan Prof Dr Ir Erni Setyowati dari UNDIP Semarang.

Para profesor ini menunjukkan kepiawaiannya dalam membawakan Beksan Pitutur Jati selama seperempat jam. Pitutur sendiri berarti ajaran atau nasihat, sedangkan jati berarti bersungguh-sungguh.

Sehinggga Pitutur Jati, dapat dimaknai sebagai ajaran tentang kesungguhan, hati, sikap dan perilaku.

Humas tingalan wiyosan dalem, KRT. Radyo Wisroyo mengatakan, inti beksan Pitutur Jati yakni pemberian nasihat kepada generasi muda untuk selalu berpegang teguh pada nilai-nilai luhur kebaikan, kesahajaan, tata krama dan kerendahan hati yang diajarkan leluhur.

"Supaya generasi muda tidak kehilangan arah dalam menjalani kehidupan," tutur KRT. Radyo Wisroyo.

Tak hanya itu, tarian tersebut juga menggambarkan kerukunan, keselarasan, keseimbangan, keserasian, dan sikap saling menghormati.

Salah satu penari yang membawakan beksan, Prof Wayan mengartikan, beksan Pitutur Jati ciptaan Paku Alam IX ini dimaksudkan agar pemimpin mau mendengar keluh-kesah rakyatnya.

“Jangan maunya yang di atas saja, tapi mau mendengarkan pula keluh-kesah dan informasi masyarakat perkotaan maupun perdesaan,” harap pengajar ISI Yogyakarta ini.

Ia menurutkan, beksan ini sudah ia bawakan selama dua kali. Lima tahun silam, ia juga pernah membawakan tarian tersebut di acara serupa. Dijelaskan, alasan tarian tersebut dibawakan oleh para profesor karena dianggap paling pantas memberikan suatu teladan atau ajaran kepada mahasiswa dan masyarakat adalah seorang mahaguru.

“Kami profesor kan mahaguru,” sebutnya.

Tak pelak, tarian tersebut mendapat respons antusias oleh para tamu undangan yang beasal dari belasan kerajaan daerah lain. Usai tarian, para penari juga disalami satu persatu oleh paduka Paku Alam X disertai permaisurinya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Negara yang Ditakuti Yahudi di Timur Tengah Cuman Dua, Iran dan Turki

Rabu, 16 September 2020
Video

Orang Yahudi Bikin Terowongan untuk Beribadah di Bawah Masjid Al-Aqsa

Rabu, 16 September 2020

Artikel Lainnya

Tingkatkan Pemahaman Penanganan Tanggap Darurat, PMI Cirebon Beri Pelatihan Bagi Masyarakat
Nusantara

Tingkatkan Pemahaman Penanga..

18 September 2020 21:54
Tidak Patut Dicontoh, Oknum Anggota FKDM Paksa Makan Di Tempat  Secara Arogan
Nusantara

Tidak Patut Dicontoh, Oknum ..

18 September 2020 20:37
Berkas Lengkap, Hendi-Ita Siap Lawan Kotak Kosong Di Pilwakot Semarang
Nusantara

Berkas Lengkap, Hendi-Ita Si..

18 September 2020 19:40
Cegah Klaster Perkantoran, Perusahaan Diminta Laporkan Kasus Positif Covid-19 Di Lingkungan Kerja
Nusantara

Cegah Klaster Perkantoran, P..

18 September 2020 19:20
Pemerintah Sudah Siapkan Teknis Pemindahan Dana Taperum PNS, Tapera 2021 Siap Beroperasi
Nusantara

Pemerintah Sudah Siapkan Tek..

18 September 2020 19:02
Dari 'Warga Miskin Amerika' Hingga Jadi Istri Gubernur, Kunci Atalia Kamil: Bersyukur
Nusantara

Dari 'Warga Miskin Amerika' ..

18 September 2020 16:11
Bareng Deddy Corbuzier Dan Ryan D'Masiv, MRT Jakarta Sosialisasi Gerakan Peduli 3M
Nusantara

Bareng Deddy Corbuzier Dan R..

18 September 2020 15:27
Konferensi Besar GP Ansor Di Sulut Dibuka Presiden, Gubernur Olly Sampaikan Pentingnya Kerukunan Dan Sinergisitas
Nusantara

Konferensi Besar GP Ansor Di..

18 September 2020 15:25