Children in the DPR Korea
Under the Leadership of Great Commanders
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Sosialisasi Belanja Ramah Lingkungan, Pemprov DKI Gencarkan Program Pasar Bebas Plastik

LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Jumat, 28 Februari 2020, 20:35 WIB
Sosialisasi Belanja Ramah Lingkungan, Pemprov DKI Gencarkan Program Pasar Bebas Plastik
Sosialisasi bebas sampah plastik/Net
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mengurangi timbunan sampah yang bersumber dari sampah kantong plastik dan mewujudkan kesadaran masyarakat akan lingkungan yang bersih dan sehat.

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Administratif Jakarta Selatan yang berkolaborasi dengan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) dan PD Perumda Pasar Jaya, serta didukung oleh Kedutaan Besar Kanada, meluncurkan program Pasar Bebas Plastik di Pasar Jaya Tebet Barat, Jakarta Selatan, Jumat (28/2).

Program ini merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta 142/2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat.

Meski peraturan ini baru akan diberlakukan secara efektif pada tanggal 1 Juli 2020, berbagai upaya untuk menyosialisasikan program tersebut mulai dilakukan.

Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Syaripudin, menyampaikan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan konsumen dibutuhkan untuk menentukan keberhasilan penerapan kebijakan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan.

"Ini akan efektif, jika kita bergerak bersama. Jakarta menerapkan asas keadilan ketika merumuskan kebijakan ini," ujar Syaripudin.

Program pasar bebas plastik meliputi sosialisasi kepada para pedagang, melalui berbagai rangkaian kegiatan seperti diskusi bersama para pedagang tentang alternatif pengganti plastik sekali pakai.

“Pasar tradisional merupakan salah satu yang berkontribusi menghasilkan sampah di DKI Jakarta. Setiap hari, pasar tradisional menghasilkan 600 ton sampah dari 153 pasar yang ada di Jakarta," jelasnya.

"Jika gerakan ini dimulai di pasar-pasar tradisional, maka akan sangat signifikan mengurangi sampah DKI Jakarta," pungkas Syaripudin. 
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA