Istana Ternyata Tidak Senang dengan Keputusan Pemecatan Helmy Yahya

Helmy Yahya/Net

Pemecatan  Direktur Utama TVRI Helmy Yahya ternyata masih berkelanjutan. Pihak Istana disebut tidak mengapresiasi langkah Dewan Pengawas yang memecat Helmy Yahya.

Istana menganggap pemecatan itu didasari oleh pertikaian, sehingga dianggap tidak memiliki dasar yang kuat.

Hal itu disampaikan anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Muhammad Farhan, kepada media. Ia  menjelaskan, sikap Istana atas pemecatan Helmy Yahya itu terungkap saat Komisi 1 melakukan rapat dengan Menteri Sekretaris Negara.

"Mensesneg (Pratikno) dalam rapat dengan sembilan fraksi Komisi I menyatakan, Presiden (Joko Widodo) tidak happy dengan pemecatan terhadap dirut TVRI karena isunya bukan performa, tapi isunya adalah pertikaian Dewan Pengawas vs Dirut," ujar Farhan di Jakarta, Senin (24/2).
 
Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kelak akan mengungkapkan kinerja Helmy selama 2017-2019.

Farhan sendiri menilai tindakan Dewas melanggar etika politik. Sebab, secara sepihak telah melakukan pemecatan Helmy Yahya dari kursi dirut TVRI.
 
"Sikap Dewas yang jalan terus melakukan pemecatan dirut dan perekrutan dirut baru dinilai mengabaikan proses politik dengan DPR," ujar Farhan.
 
Sebelumnya, DPR dan Menteri Telekomunikasi dan Informatika telah melakukan mediasi terkait kasus emecatan Helmy Yahya. Belakangan, akhirnya Helmy mundur dengan rencana membawa masalah pemberhentian ini ke ranah hukum.

Helmy Yahya diberhentikan secara hormat dari posisinya sebagai Direktur Utama TVRI. Pemberhentian dilakukan Dewas TVRI, 16 Januari 2020.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

FRONT PAGE | CATATAN KAMI, Dr Ahmad Yani

Jumat, 07 Agustus 2020
Video

RMOL World View | Di Balik Ledakan Lebanon Bersama Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y Thohari

Jumat, 07 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Sambut HUT Ke-75 RI, Prajurit TNI Di Papua Kerja Bakti Bersama Guru Dan Siswa
Nusantara

Sambut HUT Ke-75 RI, Prajuri..

11 Agustus 2020 05:37
Kesaksian Warga Saat Pabrik Biotanol Meledak Dan Terbakar
Nusantara

Kesaksian Warga Saat Pabrik ..

11 Agustus 2020 02:00
Utus 64 Kafilah, Kabupaten Pandeglang Target Tiga Besar MTQ XVII
Nusantara

Utus 64 Kafilah, Kabupaten P..

10 Agustus 2020 22:23
Jika Tidak Hadir Di Tengah Kesulitan Warga, Zita Anjani Khawatir Pemerintah Dianggap 'Antara Ada Dan Tiada'
Nusantara

Jika Tidak Hadir Di Tengah K..

10 Agustus 2020 22:13
Fasilitasi Belajar Daring, Kodim Sukoharjo Siapkan Jaringan Internet Gratis
Nusantara

Fasilitasi Belajar Daring, K..

10 Agustus 2020 22:01
Geruduk Gedung KPK, Massa Aksi Sebut Penegak Hukum Kalah Melawan Korupsi Di Pekanbaru
Nusantara

Geruduk Gedung KPK, Massa Ak..

10 Agustus 2020 20:54
Mirip Dengan Lebanon, Pabrik Bioetanol Di Mojokerto Meledak
Nusantara

Mirip Dengan Lebanon, Pabrik..

10 Agustus 2020 20:26
Bertambah 479 Orang, Positif Covid-19 Ibukota Tembus 26.193 Kasus
Nusantara

Bertambah 479 Orang, Positif..

10 Agustus 2020 19:24