Ternyata Mesin Alkes Di RSCM Tidak Terendam, Ini Penjelasan Dirut

Direktur Utama RSCM Lies Dina Liastuti/RMOL

Hujan deras dengan tingkat curah yang ekstrem di ibukota sejak Sabtu malam (22/2) mengakibatkan sejumlah wilayah tergenang banjir pada Minggu pagi (23/2). Salah satunya, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Genangan di RSCM terjadi karena saluran air yang berada di taman dekat ruangan radiologi terlalu kecil, sehingga menyebabkan air meluap  ke dalam ruangan. Akibatnya, alat kesehatan yang berada di ruangan radiologi terkena dampak.

Direktur Utama RSCM Lies Dina Liastuti menjelaskan, pihaknya sampai dengan hari ini belum dapat memastikan apakah ada alat medis yang rusak akibat kejadian kemarin, karena semua alat masih dimatikan sementara untuk dilakukan proses pengeringan.

Dia juga memastikan tidak ada mesin alat kesehatan yang terendam banjir sebagaimana viral di media sosial. Banjir di ruang radiologi sendiri hanya setinggi 8 cm atau semata kaki.

"Jadi kalau anda bertanya apakah mesinnya rusak ya kami belum tahu. Karena masih kita matikan. Kita berharap mesin tidak apa-apa ya, karena mesin tidak terendam air," ujarnya saat memberikan keterangan di hadapan wartawan, Senin (24/2).

"Yang kita khawatirkan adalah kabelnya waktu kita pasang korslet. Tapi bahwasanya apakah rusak atau tidak, bisa tahu setelah nanti kering dan dinyalakan kita tes," sambungnya.

Lies Dina Liastuti menambahkan, untuk tiga unit mesin radioterapi, kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan dan dalam waktu dekat sudah dapat digunakannya kembali.

Namun untuk mesin Tomo Terapi, Dina menyatakan memerlukan perawatan dan pengeringan yang lebih panjang guna memastikan komponen benar-benar kering.

Pengeringan penting dilakukan, lanjut Dina, karena alat medis digunakan oleh banyak pasien sehingga membutuhkan keamanan dan keselamatan.

Meskipun Radiologi RSCM sempat terendam genangan, namun pelayanan di rumah sakit pemerintah ini tetap berjalan dengan baik. Hal itu disebabkan karena RSCM memiliki beberapa unit alat lainnya untuk keperluan radiologi.

Terkait pasien yang membutuhkan alat Tomo Terapi, Dina menjelaskan hal itu sudah diantisipasi dengan melakukan pengalihan ke alat lain jika dimungkinkan, namun bila tidak akan dilakukan proses rujukan ke RS lain sesuai koordinasi pihak RSCM

"Jangan sampai mesin (Tomo Terapi) yang cuma satu-satunya ini nggak jalan. Makanya kita jaga betul-betul jangan sampai dia korslet dan kita keringkan betul," terang Dina.

"Sehingga pada saat waktu di nyalakan beberapa hari ke depan bisa memberikan fungsi masing-masing," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Risma Sesalkan Mobil Tes PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020

Artikel Lainnya

Gubernur Khofifah Beri Kuota Khusus PPDB SMA Untuk Anak Tenaga Medis
Nusantara

Gubernur Khofifah Beri Kuota..

31 Mei 2020 09:28
Perhatikan Masyarakat Terdampak Covid-9, GAMKI Dirikan Dapur Umum Dan Bagikan Ratusan Nasi Bungkus
Nusantara

Perhatikan Masyarakat Terdam..

31 Mei 2020 04:34
Tingkat Kematian Akibat Covid-19 Di Muaratara Rendah, Gubernur Sumsel Beri Apresiasi
Nusantara

Tingkat Kematian Akibat Covi..

31 Mei 2020 04:14
Camat, Lurah, Hingga Petugas Dishub Kecewa Jadi Bagian ASN DKI Yang Kena Pemangkasan Tunjangan
Nusantara

Camat, Lurah, Hingga Petugas..

31 Mei 2020 02:44
Tidak Benar, Pemeriksaan SIKM Di Jakarta Hanya Sampai 7 Juni
Nusantara

Tidak Benar, Pemeriksaan SIK..

31 Mei 2020 00:51
Tak Kantongi SIKM, 12.710 Warga Gagal Keluar-Masuk Jakarta
Nusantara

Tak Kantongi SIKM, 12.710 Wa..

31 Mei 2020 00:04
Gugus Tugas Manut Dengan Presiden, 102 Kabupaten Kota Bakal Terapkan New Normal
Nusantara

Gugus Tugas Manut Dengan Pre..

30 Mei 2020 22:24
Tren Reaktif Covid-19 Tinggi, BIN Tambah Mobil Lab Dan Titik Rapid Test Di Surabaya
Nusantara

Tren Reaktif Covid-19 Tinggi..

30 Mei 2020 21:29