Mulai Bikin Resah, Keraton Agung Sejagat Dilaporkan Warga Sekitar

Keraton Agung Sejagat dianggap meresahkan masyarakat/RMOLJateng

Kehadiran Kerajaan Keraton Agung Sejagat akhirnya memicu masalah. Sejumlah warga di sekitarnya mulai merasa terganggu dan resah oleh kehadiran anggota dan pimpinan Keraton Agung Sejagat.

Hal ini pun telah ditindaklanjuti oleh Kades Pogung Jurutengah, Slamet Purwadi, dengan melaporkan Keraton Agung Sejagat ke Camat Bayan karena warganya merasa terganggu. Pada intinya, warga ingin mereka pindah dari sana.

"Saya menindaklanjuti laporan warga, saya teruskan ke Camat Bayan. Warga saya merasa terganggu dengan ritual yang dilakukan Keraton Agung Sejagat. Mereka menganggap ritual sesembahan menyimpang dari ajaran Islam," kata Slamet Purwadi di Kantor Kecamatan Bayan, Senin (13/1), dikutip Kantor Berita RMOLJateng.

Lebih lanjut, Slamet mengatakan, warga juga merasa terganggu dengan bau dupa yang dibakar saat ritual.

Mengenai izin, pihak Keraton Agung Sejagat memang memberitahu pihak desa dan meminta pengantar izin keramaian kepada Polisi.

Namun pihak Polsek dan Polres kompak tidak memberikan izin kegiatan Kirab dan Sidang Jumenengan dari Keraton Agung Sejagat.

Menanggapi laporan warganya, Camat Bayan, Moehardjono menegaskan dalam waktu dekat akan memanggil pihak Keraton Agung Sejagat.

"Dalam 3-4 hari lagi saya akan memanggil pihak Keraton Agung Sejagat," tegasnya.

Sementara Komandan Kodim 07/08, Letkol Inf Muchlis Gasim pun menegaskan bahwa kegiatan Keraton Agung Sejagat ini ilegal, karena tidak mengantongi izin dari aparat yang berwenang.

"Semua kegiatan dan organisasi harus berlandas hukum, setiap mendirikan organisasi harus ada izin. Keraton Agung Sejagat saya rasa adalah ilegal namun belum ada bukti-bukti mereka makar," kata Dandim.

Sebagai aparat, Gasim akan mengambil tindakan sesuai koridor yang diperbolehkan. Dia juga meminta Kades atau Camat untuk membuat laporan bagaimana mengeliminasi kegiatan yang meresahkan masyarakat.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD

Jumat, 29 Mei 2020
Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Lebaran

Rabu, 03 Juni 2020

Artikel Lainnya

Di DKI, Pelanggar Aturan Transportasi Bisa Disanksi Kerja Sosial, Denda, Hingga Kendaraan Diderek
Nusantara

Di DKI, Pelanggar Aturan Tra..

07 Juni 2020 07:21
Gereja Katedral Jakarta Belum Buka Peribadatan, Umat Diminta Bersabar
Nusantara

Gereja Katedral Jakarta Belu..

07 Juni 2020 06:55
Gubernur Sumsel Sebut Pembangunan RSUD Ibnu Sutowo Akan Sia-sia
Nusantara

Gubernur Sumsel Sebut Pemban..

07 Juni 2020 06:10
Ikuti Jejak Simeulue, Abdya Juga Tolak Masuk Zona Merah
Nusantara

Ikuti Jejak Simeulue, Abdya ..

07 Juni 2020 04:21
Mulai Hari Ini, Tol Jakarta-Cikampek Elevated Berfungsi Kembali
Nusantara

Mulai Hari Ini, Tol Jakarta-..

07 Juni 2020 04:00
Dijanjikan Bisa Pulang Di Tengah Pandemik, Sejumlah Warga Merauke Di Jayapura Rela Bayar Rp 750 Ribu Kepada Oknum
Nusantara

Dijanjikan Bisa Pulang Di Te..

07 Juni 2020 03:23
Warganya Masih Belum Disiplin, Walikota Semarang Perpanjang PKM Hingga 21 Juni 2020
Nusantara

Warganya Masih Belum Disipli..

07 Juni 2020 01:53
Berpekan-pekan Tak Bertemu Banyak Orang, Semua Hewan Di Ragunan Lebih Bahagia
Nusantara

Berpekan-pekan Tak Bertemu B..

07 Juni 2020 00:52