Pemprov DKI Bantu Ijazah Siswa Yang Masih Ditahan Pihak Sekolah

Jumat, 20 Desember 2019, 04:17 WIB

Penyerahan bantuan tebus ijazah/RMOL

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Baznas Bazis DKI Jakarta memberikan bantuan sebesar Rp 688.140.775 untuk menebus ijazah 171 siswa yang masih ditahan di 79 sekolah swasta di Jakarta.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Saefullah menyerahkan secara simbolis bantuan tebus ijazah tersebut kepada 4 (empat) perwakilan siswa di Lantai Dasar Blok G, Balai Kota Jakarta pada Kamis (19/12).

Ijazah para siswa mulai PAUD hingga SMA ini sebelumnya masih ditahan sekolah karena menunggak biaya operasional sekolah. Dalam sambutannya, Saefullah mengimbau agar dana yang telah diterima untuk langsung disalurkan ke sekolah masing-masing agar ijazah segera bisa diterima.

"Dari 171 siswa hari ini, yang kita selesaikan melalui BAZNAS BAZIS DKI jumlahnya 688.140.775 juta rupiah. Orang ini tidak diterima oleh siswa. Diterima sebentar, tapi langsung diberikan ke sekolah agar ijazahnya ketarik. Kalau nanti melalui tangan ke tangan, ijazahnya tidak balik-balik lagi, bisa menjadi persoalan." ujar Saefullah.

Perlu diketahui, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta telah melakukan klarifikasi dan verifikasi ke sekolah-sekolah yang terindikasi menahan ijazah sebagaimana dalam daftar usulan DPRD. Klarifikasi dan verifikasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara data tunggakan siswa dengan kondisi senyatanya yang dibuktikan dengan pernyataan masing-masing Kepala Sekolah dengan diketahui Pengawas Sekolah.

Hasil klarifikasi menunjukkan jumlah siswa terverifikasi yaitu, Paud dan Dikmas tidak ada, SD berjumlah 11 siswa, SMP berjumlah 48 siswa, SMK berjumlah 97 siswa dan siswa SMA berjumlah 15 siswa.

Lebih lanjut, Saefullah menekankan, agar anak-anak di Jakarta tidak putus sekolah dengan alasan biaya. Pemprov DKI Jakarta telah membuat program untuk membantu anak didik mendapatkan haknya di bidang pendidikan yang layak.

"Tolong disampaikan kepada saudara, keluarga, tetangga kiri-kanan, harusnya anak Jakarta ini tidak boleh putus sekolah, baik SMP dan SMA, apalagi SD. Karena Pemprov DKI Jakarta ini sudah mengalokasikan biaya pendidikannya 26%. Salah satunya, kita salurkan melalui KJP, Kartu Jakarta Pintar," pungkas Saefullah.(Pie10)

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Walau Kasus Aktif Sudah Turun, Ketua DPRD DKI Tetap Minta Warga Tidak Keluyuran
Nusantara

Walau Kasus Aktif Sudah Turu..

26 Oktober 2020 12:49
Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi, Seorang Siswa SD Akan Lelang Koleksi Ikan Cupangnya
Nusantara

Bantu Masyarakat Terdampak P..

26 Oktober 2020 12:31
KSPI: Jika Jokowi Teken UU Ciptaker, Siap-siap Hadapi Protes Besar-besaran
Nusantara

KSPI: Jika Jokowi Teken UU C..

26 Oktober 2020 12:23
Jokowi Minta UMKM Terus Bekerja Keras Dimasa Pandemi Covid-19
Nusantara

Jokowi Minta UMKM Terus Beke..

26 Oktober 2020 11:50
Anies Kunjungi Polda Metro Jaya Bahas Pelajar Yang Ditangkap Saat Demo
Nusantara

Anies Kunjungi Polda Metro J..

26 Oktober 2020 11:43
Hindari Antrean Dan Tertinggal Kereta, Pelanggan KAI Diimbau Lakukan Rapid Test H-1 Keberangkatan
Nusantara

Hindari Antrean Dan Tertingg..

26 Oktober 2020 10:59
Jokowi Lantik 12 Duta Besar, Ini Daftar Namanya
Nusantara

Jokowi Lantik 12 Duta Besar,..

26 Oktober 2020 10:24
Menuju Jakarta Langit Biru, DLH DKI Gelar Uji Emisi Gratis 2 Kali Seminggu
Nusantara

Menuju Jakarta Langit Biru, ..

26 Oktober 2020 08:27