Ketergantungan Alutsista Asing Tinggi, Pinhantanas: Kita Harus Bangkit Dan Mandiri

Rabu, 04 Desember 2019, 00:39 WIB
Laporan: Sarah Meiliana Gunawan

Ketua harian Pinhantanas Letjen (Purn.) Jan Pieter Ate dan Ketua Pinhantanas Evi Lusviana/RMOL

Indonesia sebenarnya mampu untuk memproduksi dan mengembangkan industri pertahanan dalam negeri.

Ini bisa terjadi jika pemerintah mendukung secara penuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) yang menggeluti sektor tersebut.

Sayangnya, hingga saat ini industri pertahanan nasional hanya menyumbang 15 persen, sisanya bergantung pada impor.

Sejak dilantik, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berkomitmen untuk mengembangkan industri pertahanan dalam negeri, baik dari swasta maupun nasional. Hal ini sesuai mandat Presiden Joko Widodo.

Ketua Harian Perhimpunan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhantanas) Letjen TNI (Purn.) Jan Pieter Ate menyambut baik komitmen Prabowo. Jan optimis kontribusi 15 persen tersebut akan berbalik.

"Jelas ketergantungan alutsista produk asing masih sangat tinggi. Namun kita harus mulai mandiri, bangkit supaya ketergantungan itu dikurangi secara bertahap," kata Jan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/12).

"Sehingga (yang) 15 persen hari ini, nanti bisa berbalik (menjadi) 15 persen dari asing," lanjutnya.

Meski demikian, Jan menambahkan, semuanya perlu usaha dan dukungan baik dari pemerintah maupun penggunanya.

"Kepada pemerintah, dukung kami. Kepada pengguna, belilah produk kami. Kami bisa kalau diberi kesempatan," pungkasnya.
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

Provinsi Jawa Barat Raya

Jumat, 13 Desember 2019
Video

Ini Janji-Janji Gibran Usai Resmi Sebagai Bakal Calon Wali Kota Solo 2020

Sabtu, 14 Desember 2019
Video

Panen Koruptor di Jawa Barat

Sabtu, 14 Desember 2019