Hobi Sepak Bola, 2 Mahasiswa Tahfiednomic Tazkia Raih Prestasi Di MTQ Provinsi Riau

2 mahasiswa Institut Tazkia yang meraih prestasi di MTQ Provinsi Riau/Istimewa

Punya hobi bermain sepak bola tak membuat dua mahasiswa Institut Agama Islam Tazkia, Sentul, Bogor, ini malas membaca Al Quran. Justru keduanya tetap bisa mengisi kesehariannya, selain belajar di kampus, juga dengan menghapal Al Quran.

Hasilnya pun positif. Dua mahasiswa yang tercatat di program Tahfiednomic Institut Tazkia ini meraih prestasi di Musabaqah Tilawatil Al Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau. Mereka adalah Ismail Ihsan, peraih juara dua di cabang 30 juz. Sementara rekan sekampusnya, Rian Asmawi, merebut juara ketiga di kriteria 5 juz.

"MTQ tingkat Provinsi Riau ke-38 di Kabupaten Kampar ini berlangsung 23-30 November 2019. Diikuti seluruh Hafidh dan Qori terbaik putra-putri Riau yang tersebar di beberapa kampus Indonesia. Saat ini, sekitar 90 mahasiswa tercatat sebagai mahasiswa di Institut Tazkia," terang Dekan Fakultas Syariah/Direktur Tahfiednomic Institut Tazkia, Dr H Arip Rahman, Lc, Senin (2/12).

Direncanakan, kedua mahasiswa terbaik Tahfiednomic Tazkia ini akan kembali ke Bogor pada Selasa (3/12).

Sehari-hari, Ismail dan Rian di samping rajin belajar teori ekonomi dan menghafal Al-Qur'an juga dikenal pandai bergaul dengan mahasiswa lainnya. Serta sangat mencintai olahraga, terutama sepak bola.

Ismail yang lahir di Medan pada 9 Februari 2001 bercita-cita mulya untuk membangun pondok hafizh Al Quran di seluruh Indonesia. Adapun Rian Asmawi yang lahir di Pekanbaru 21 April 2001 berharap suatu saat nanti dapat menciptakan banyak hafizh Al-Quran yang berakhalakul karimah dan mendukung Indonesia menuju baldatun tyoyibatun dan diridhai Allah SWT.

Untuk diketahui program Tahfiednomic berpusat di Kampus ketiga Tazkia di Cilember, Bogor. Ini adalah program Strata 1 yang memadukan pemahaman dan penghapalan Al Quran dengan praktik dan teori ekonomi syariah. Program ini adalah yang pertama di Indonesia dan bisa jadi di dunia. Karena mahasiswa/i tidak hanya menghapal Al Quran 30 juz dalam 4 tahun tetapi juga harus menguasai teori dan praktik ekonomi syariah.

Para lulusan program ini ketika kembali ke tempatnya masing-masing diharapkan dapat mendakwahkan keilmuannya di masyarakat luas. Terutama dapat berperan serta dalam program ekonomi syariah yang sedang dicanangkan oleh pemerintah saat ini. Seperti dalam industri halal, wisata friendly halal, keuangan syariah, perbankan, hingga fintek dan asuransi syariah.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD

Jumat, 29 Mei 2020
Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Lebaran

Rabu, 03 Juni 2020

Artikel Lainnya

Terapkan New Normal, Pemerintah Harus Pastikan Pasar Tradisional Penuhi Protokol Kesehatan
Nusantara

Terapkan New Normal, Pemerin..

06 Juni 2020 11:13
Pesawat TNI AU Distribusikan Bantuan APD Dan Ventilator Ke Provinsi Kalimantan Selatan
Nusantara

Pesawat TNI AU Distribusikan..

06 Juni 2020 09:05
Luhut: Bank Dunia Apresiasi Cara Indonesia Kelola Anggaran Penanganan Covid-19
Nusantara

Luhut: Bank Dunia Apresiasi ..

06 Juni 2020 08:07
Dukungan BUMN Untuk Indonesia: Lanud Husein Sastranegara Terima Bantuan Mobil Jenazah Dari BRI Bandung
Nusantara

Dukungan BUMN Untuk Indonesi..

06 Juni 2020 07:26
Anies Perbolehkan Shalat Di Masjid, PBNU: Ini Menggembirakan
Nusantara

Anies Perbolehkan Shalat Di ..

06 Juni 2020 00:41
Kementan: Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier Di Dharmasraya Capai 500 Hektare
Nusantara

Kementan: Rehabilitasi Jarin..

05 Juni 2020 23:54
Dua Lokasi Perhari, BIN Sudah Gelar Rapid Test Di 13 Titik Di Surabaya
Nusantara

Dua Lokasi Perhari, BIN Suda..

05 Juni 2020 22:24
Jelang New Normal, Gubernur Khofifah Tinjau Pasar Tangguh Dan Kampung Tangguh Di Kabupaten Gresik
Nusantara

Jelang New Normal, Gubernur ..

05 Juni 2020 18:23