Tunjangan Jabatan Tinggi, Eselon III Dan IV Pantas Untuk Dihapus

Ilustrasi ASN/Net

RMOL. Pengamat politik dan sosial kemasyarakatan, John Palinggi turut mengomentari wacana reformasi birokrasi yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi)

John mengatakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah administratur dan pelayan masyarakat. Menurutnya, jika seorang ASN tidak bisa melayani masyarakat dengan baik maka tidak pantas menerima gaji.

"Bukan sebaliknya, pejabat ASN malah susah ditemui rakyat. Padahal, gedung dan fasilitas, bahkan gaji berasal dari uang rakyat," ujar John kepada wartawan di Jakarta, Jumat (8/11).

Menurutnya, reformasi berarti berubah ke arah yang lebih baik. Karena itu, reformasi birokrasi berarti membawa tatanan birokrasi ke arah yang lebih baik sehingga tercipta tata kerja yang baik, mempercepat layanan, efisiensi, dan pencapaian sasaran sesuai target yang diberikan.

"ASN harus terbuka melayani rakyat. Turun ke bawah menemui rakyat dan tidak susah untuk ditemui. Yang banyak terjadi di Indonesia, kalau sudah jadi pejabat susah menemui atau ditemui masyarakat," sindirnya.

Agar ASN kinerjanya efektif, John menyarankan agar eselon III dan IV dihapuskan sementara yang dipertahankan eselon I dan II.

"Jadi, cukup ada Eselon I dan II, sementara III dan IV dihapus saja. Karena tunjangan jabatan eselon tinggi. Juga fasilitas jabatan memakan uang negara yang tidak sedikit. Kalau terlalu banyak jenjang birokrasi, tantangannya pun semakin besar dan tidak bisa cepat melayani. Kalau eselon gemuk, memang tetap bekerja, tapi tidak bisa cepat," paparnya.

Pria yang menjabat sebagai Sekjen BISMA wadah kerukunan lintas agama ini mencontohkan, persoalan kemacetan  yang mungkin sudah mengemuka sejak 20 tahun lalu. Tapi sepertinya para pejabat tidak punya hati untuk menuntaskan masalah tersebut.

"Sementara rakyatnya sengsara di jalan, pejabatnya pakai voorijder supaya bisa cepat jalan. Tidak pantas begitu," kata John.

Penyusutan eselon, tambah John, semata untuk efektifitas kerja serta menegaskan kembali bahwa jalur pelayanan ke masyarakat dipersingkat.

"Jangan banyak orang menikmati jabatan, tapi tidak bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, malah mempersulit," pungkasnya.
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD

Jumat, 29 Mei 2020

Artikel Lainnya

Tinjau Check Point PSBB, Ariza Sebut Masyarakat Bisa Bekerja Sama Dengan Baik
Nusantara

Tinjau Check Point PSBB, Ari..

01 Juni 2020 17:25
Tito: Pilkada Akan Tetap Jalan Dengan Protokol Kesehatan, Kampanye Bisa Lewat Medsos
Nusantara

Tito: Pilkada Akan Tetap Jal..

01 Juni 2020 16:45
Jenderal Andika Perkasa Bekali Helm Pengukur Suhu Tubuh Untuk Tenaga Medis
Nusantara

Jenderal Andika Perkasa Beka..

01 Juni 2020 16:24
Formulasi New Normal Masih Dirancang, Walikota Palembang Pastikan Warga Bisa Tetap Produktif Dan Aman
Nusantara

Formulasi New Normal Masih D..

01 Juni 2020 15:59
Puluhan Mall Di Kota Bandung Siap Jalani New Normal
Nusantara

Puluhan Mall Di Kota Bandung..

01 Juni 2020 15:47
Lawan Corona Dengan Paradigma Perang, Tito: Agar Masyarakat Bisa Berpikir Antisipasif Dan Tidak Meremehkan
Nusantara

Lawan Corona Dengan Paradigm..

01 Juni 2020 15:43
Jelang New Normal, Wakil Walikota Palembang Meminta Warga Tetap Gotong Royong Jaga Lingkungan
Nusantara

Jelang New Normal, Wakil Wal..

01 Juni 2020 15:07
LaNyalla Akan Berkoordinasi Dengan Pemkab Banyuwangi Guna Perbaikan Pelabuhan Muncar
Nusantara

LaNyalla Akan Berkoordinasi ..

01 Juni 2020 13:49