Soal Wagub DKI, PKS Ingatkan Gerindra Jangan Ingkar Janji

Jumat, 08 November 2019, 10:53 WIB
Laporan: Ahmad Alfian

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI M. Arifin/Net

Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta yang sudah setahun lebih kosong sejak ditinggalkan Sandiaga Uno karena mengundurkan diri untuk mengikuti perhelatan Pilpres, kini kembali menyedot perhatian.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI, Mohammad Arifin mengingatkan Partai Gerindra jangan sampai mencederai kesepakatan awal terkait wagub DKI.

"Kita ingin Gerindra menyepakati yang telah dibuat sama PKS. Agar itu dihormati dan tidak dicederai," ungkap Arifin dalam keterangannya, Jumat (8/11).

Gerindra dan PKS selaku partai pengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada Pilkada DKI 2017 telah menyepakati jatah kursi orang nomor dua DKI itu milik partai PKS.

Namun belakangan, secara mendadak Gerindra melalui Ketua Partai Gerindra DKI Mohamad Taufik mengajukan empat nama calon wakil gubernur (Cawagub) DKI kepada DPP PKS.

Empat nama itu adalah, anggota Dewan Penasihat DPP Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry J. Yuliantono, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria, dan Sekretaris Daerah DKI Saefullah.

Arifin menyebutkan, Gerindra tidak pernah melakukan komunikasi dengan PKS, baik di jajaran DPD DKI maupun DPP, terkait pengajuan empat nama Cawagub DKI versi mereka.

"Kita belum dapat informasi. Biasanya kalau ada, langsung disampaikan ke saya sebagai ketua fraksi. Itu tidak ada penyampaian. Makanya kita tetap mengawal apa yang telah disepakati ( wagub DKI milik PKS)," jelasnya.

Sampai hari ini, Arifin meyakini Gerindra tidak akan mengingkari janjinya meski keadaannya koalisi di tataran pusat telah pecah.

Ketua Gerindra DKI M. Taufik sebelumnya menyebutkan, pihaknya mengusulkan empat nama calon karena dua calon PKS (Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu) mandek di dewan.

Kolom Komentar


Video

Ini Suasana Polrestabes Medan Pasca Ledakan

Rabu, 13 November 2019
Video

Sebelum Angkat Ahok, Baiknya Erick Thohir Konsultasi Kasus Sumber Waras Ke KPK

Rabu, 13 November 2019
Video

Ahok Mau Jadi Petinggi BUMN, Ini Gaya Marah-marahnya

Rabu, 13 November 2019