FIR Tidak Akan Berlarut-Larut Andai Dianggap Masalah Kedaulatan

Kepala Sub Dinas (Kasubdis) Hukum Dirgantara Dinas Hukum Angkatan Udara (Diskumau) Kolonel Penerbang (Pnb) Supri Abu/Net

Sesuai dengan Instruksi Presiden pada 18 September 2015, pengambilalihan Flight Information Region (FIR) Indonesia dari Singapura dilakukan dalam kurun waktu tiga hingga 4 tahun. Sementara kurang dari 3 bulan menuju 2020, Indonesia belum bisa mendapatkan kewenangan FIR-nya kembali.

Molornya pengambilalihan wewenang FIR diduga karena terdapat perbedaan pandangan mengenai FIR itu sendiri dari kementerian-kementerian terkait.

Pernyataan Kepala Sub Dinas (Kasubdis) Hukum Dirgantara Dinas Hukum Angkatan Udara (Diskumau) Kolonel Penerbang (Pnb) Supri Abu seolah mendukung argumentasi tersebut. Dia mengatakan bahwa pengambilalihan FIR lamban karena kebijakan pemerintah.

"Ini masalah kebijakan pemerintah dan dari awal kalau saya mengatakan bahwa FIR itu tidak hanya masalah keselamatan, tapi juga kedaulatan. Nah Kementerian Luar Negeri termasuk juga Kementerian Perhubungan menganggap sebaliknya," ujar Kolonel Supri kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (10/10).

Menurut Kolonel Supri, dengan adanya pemahaman bahwa FIR hanya persoalan keselamatan penerbangan, Singapura menjadi memiliki bargaining position yang lebih kuat dengan pelayanannya yang lebih baik.

Namun, apabila pemahaman FIR adalah sebuah kedaulatan, maka tidak dapat diganggu gugat.

“Persoalan ini tidak akan berlarut-larut,” sambungnya.

Perbedaan pemahaman antar kementerian ini juga dapat dilihat dari poin-poin framework atau kerangka kerja yang telah disetujui bersama pada 12 September 2019 lalu. Dalam kerangka kerja tersebut, terdapat dua prinsip mendasar yang harus diperhatikan.

Pertama mengenai pengakuan FIR yang hanya sebatas keselamatan dan efisiensi. Sedangkan kedua, Indonesia mengakui military training area yang dilakukan oleh Singapura.

Menurut Kolonel Supri, kedua hal ini menjadi penting karena FIR tidak dapat dilepaskan dari kedaulatan dan perjanjian harus berangkat dari pemahaman untuk memperkuat kedaulatan.

Kolom Komentar


Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD

Jumat, 29 Mei 2020

Artikel Lainnya

Tinjau Check Point PSBB, Ariza Sebut Masyarakat Bisa Bekerja Sama Dengan Baik
Nusantara

Tinjau Check Point PSBB, Ari..

01 Juni 2020 17:25
Tito: Pilkada Akan Tetap Jalan Dengan Protokol Kesehatan, Kampanye Bisa Lewat Medsos
Nusantara

Tito: Pilkada Akan Tetap Jal..

01 Juni 2020 16:45
Jenderal Andika Perkasa Bekali Helm Pengukur Suhu Tubuh Untuk Tenaga Medis
Nusantara

Jenderal Andika Perkasa Beka..

01 Juni 2020 16:24
Formulasi New Normal Masih Dirancang, Walikota Palembang Pastikan Warga Bisa Tetap Produktif Dan Aman
Nusantara

Formulasi New Normal Masih D..

01 Juni 2020 15:59
Puluhan Mall Di Kota Bandung Siap Jalani New Normal
Nusantara

Puluhan Mall Di Kota Bandung..

01 Juni 2020 15:47
Lawan Corona Dengan Paradigma Perang, Tito: Agar Masyarakat Bisa Berpikir Antisipasif Dan Tidak Meremehkan
Nusantara

Lawan Corona Dengan Paradigm..

01 Juni 2020 15:43
Jelang New Normal, Wakil Walikota Palembang Meminta Warga Tetap Gotong Royong Jaga Lingkungan
Nusantara

Jelang New Normal, Wakil Wal..

01 Juni 2020 15:07
LaNyalla Akan Berkoordinasi Dengan Pemkab Banyuwangi Guna Perbaikan Pelabuhan Muncar
Nusantara

LaNyalla Akan Berkoordinasi ..

01 Juni 2020 13:49