Tak Mampu Beli Lauk, Dua Kakak Adik Ini Terpaksa Makan Daging Kucing

Wagiman saat dikunjungi SMSI/Net

Kemiskinan kerap kali membuat orang bertindak di luar nalar. Seperti yang dilakukan Wagimin (35) dan Suyatno (30). Dua kakak adik asal kabupaten Lampung Utara ini terpaksa mengonsumsi daging kucing lantaran tak mampu membeli makanan.

"Saya dan adik saya memang makan kucing mati dari pinggir jalan. Saya bawa pulang dan saya bakar untuk saya makan dengan adik saya,” tutur Wagimin dilansir RMOLLampung, Sabtu (21/9).

Faktor ekonomi membuat mereka terpaksa mengonsumsi daging kucing. Namun mereka mengaku hanya mengonsumsi daging kucing saat tak memiliki bahan makanan.

Ta pelak, kabar tersebut kemudian sampai ke telinga Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lampung Utara, Ardiansyah dan Komunitas Jumat Berbagi (KBJ) yang menyambangi dan memberikan bantuan bahan pangan buat keduanya.

Kehidupan warga Jalan Jeruk, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan itu memang luput dari pantauan aparat pemerintah setempat.

Menurut Ardiansyah, rumah yang saat ini ditempati kedua bersaudara itu merupakan warisan orang tua dengan kondisi yang memprihatinkan.

"Rumah itu tanpa pintu dan jendela, hanya dibatasi potongan seng bekas untuk menutupi, tidak ada satu pun perabotan rumah tangga," tutur Ardiansyah.

Keduanya juga diketahui memiliki keterbelakangan mental yang sewaktu-waktu kambuh. Koordinator KJB Lampura, Firmansyah yang turut menyambangi pun memastikan keduanya tidak sakit jiwa.

"Mereka bukan orang gila, depresi ringan yang sewaktu-waktu kambuh dan tidak mengganggu warga. Saya yakin, depresi yang dialami keduanya disebabkan faktor ekonomi,” ujar Firmansyah.

Anggapan tersebut diperkuat dengan sambutan yang dilakukan Wagimin saat mendapat kunjungan dari tim yang hendak memberi sumbangan. Saat itu, ia sedang memasak air dengan kayu bakar dan sebuah kaleng bekas.

"Ini air buat saya minum, Pak,” sambut Wagimin sambil mempersilakan tim masuk ke dalam rumahnya.

Dalam kesehariannya, Wagimin bekerja sebagai pemulung barang bekas untuk dijual. Tampak tumpukan kardus dan berbagai botol plastik bekas di samping rumah.

"Rumah kami ini peninggalan orang tua, Pak. Yah, beginilah. Kalau untuk tidur, yah, kami pakai kardus-kardus bekas. Kadang-kadang ada tetangga yang kasih kami makan, Pak,” ujar Wagimin.
EDITOR: DIKI TRIANTO
Tag:

Kolom Komentar


Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD

Jumat, 29 Mei 2020
Video

NOORCA M. MASSARDI: Ketika Lebaran

Rabu, 03 Juni 2020

Artikel Lainnya

Di DKI, Pelanggar Aturan Transportasi Bisa Disanksi Kerja Sosial, Denda, Hingga Kendaraan Diderek
Nusantara

Di DKI, Pelanggar Aturan Tra..

07 Juni 2020 07:21
Gereja Katedral Jakarta Belum Buka Peribadatan, Umat Diminta Bersabar
Nusantara

Gereja Katedral Jakarta Belu..

07 Juni 2020 06:55
Gubernur Sumsel Sebut Pembangunan RSUD Ibnu Sutowo Akan Sia-sia
Nusantara

Gubernur Sumsel Sebut Pemban..

07 Juni 2020 06:10
Ikuti Jejak Simeulue, Abdya Juga Tolak Masuk Zona Merah
Nusantara

Ikuti Jejak Simeulue, Abdya ..

07 Juni 2020 04:21
Mulai Hari Ini, Tol Jakarta-Cikampek Elevated Berfungsi Kembali
Nusantara

Mulai Hari Ini, Tol Jakarta-..

07 Juni 2020 04:00
Dijanjikan Bisa Pulang Di Tengah Pandemik, Sejumlah Warga Merauke Di Jayapura Rela Bayar Rp 750 Ribu Kepada Oknum
Nusantara

Dijanjikan Bisa Pulang Di Te..

07 Juni 2020 03:23
Warganya Masih Belum Disiplin, Walikota Semarang Perpanjang PKM Hingga 21 Juni 2020
Nusantara

Warganya Masih Belum Disipli..

07 Juni 2020 01:53
Berpekan-pekan Tak Bertemu Banyak Orang, Semua Hewan Di Ragunan Lebih Bahagia
Nusantara

Berpekan-pekan Tak Bertemu B..

07 Juni 2020 00:52