Bantu Masyarakat Terdampak Asap, UNS Ciptakan Alat Bantu Pernapasan Mudah Dan Murah

UNS ciptakan alat bantu pernasapan untuk menolong masyarakat terdampak asap di Riau dan Kalimantan/Istimewa

Kualitas udara yang buruk akibat terpapar asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimatan dan Riau menginspirasi terciptanya sebuah penemuan bermanfaat. Sebuah alat bantu pernapasan bagi masyarakat terdampak asap berhasil diciptakan pihak UNS.

Berdasarkan data AQI pada Jumat (20/9), Pekanbaru tercatat menduduki peringkat pertama udara terburuk di angka 397. Disusul Palangkaraya di peringkat kedua dengan angka 365.

Terdorong untuk membantu masyarakat terdampak asap karhutla, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS) Surakarta menciptakan alat khusus untuk membantu pernapasan. Agar masyarakat terhindar dari dampak negatif asap.

Alat bantu pernafasan yang diciptakan oleh dr. Darmawan Ismail Sp. BTKV ini diberi nama Surgeons of UNS (SUNS) Portable Air Filter. Menariknya, alat ini dapat dibuat dan digunakan siapa saja.

Darmawan menjelaskan, SUNS Portable Air Filter ini mulai diciptakan pada 2015 dan sudah dilakukan ujicoba.

“Sudah kami ujicoba dan hasilnya lebih bagus dibandingkan dengan menggunakan masker biasa. Artinya udara yang dihirup ketika menggunakan alat tersebut lebih bersih,” ujar Darmawan lewat keterangannya di BNPB, Jumat (20/9).

Dalam upaya memasyarakatkan alat tersebut, tim dari UNS akan bekolaborasi bersama FK Universitas Riau. Mereka akan melakukan pelatihan dan pemberian pemahaman lain terkait inovasi baru tersebut. Termasuk untuk membuat sendiri alat bantu pernapasan tersebut.

"Tim akan memberikan pelatihan di Riau dan Palangkaraya, sehingga warga bisa membuat alat ini. Cara membuatnya cukup mudah serta bahan yang digunakan mudah didapat. Dan tentunya biaya pembuatan sangat murah, yaitu sekitar Rp 25 ribu per unitnya,” jelasnya.

Adapun bahan yang digunakan antara lain kain kristik, kain tipis, perekat lepas pasang, tali bis, tali elastis, filter akuarium, mika tebal, selang aquarium, bola plastik mainan, spons, dan sarung tangan. Sedangkan untuk alat-alat yang digunakan yaitu plester, spidol, gunting, cutter, penggaris, lem tembak/lilin, dan stapler.

Untuk mekanisme kerjanya, udara kotor masuk ke kotak humidifier melewati filter depan yang dilembapkan dengan air dan deterjen sebagai penyaring dan aroma terapi.

Deterjen tersebut bekerja sebagai pengikat karbon atau penyaring sehingga udara bersih dapat dihirup melalui selang dan melewati katup bagian bawah dari masker. Kemudian udara kotor dibuang melalui katup bagian atas dari masker dan keluar dari sistem SUNS (tidak bercampur).
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Milad Ke-19, PKS Jatim Berbagai Kebahagiaan Dengan Anak Yatim Dan Dhuafa
Nusantara

Milad Ke-19, PKS Jatim Berba..

20 April 2021 22:52
Diperpanjang Satu Bulan, Provinsi Banten Terapkan PSBB Sampai Lebaran
Nusantara

Diperpanjang Satu Bulan, Pro..

20 April 2021 22:29
Larang Warga Mudik, Doni Monardo: Punya Dokumen Swab Negatif Belum Tentu Bebas Covid-19
Nusantara

Larang Warga Mudik, Doni Mon..

20 April 2021 22:20
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Wahidin Halim Perpanjang PSBB Hingga 18 Mei
Nusantara

Kasus Covid-19 Masih Tinggi,..

20 April 2021 21:49
Distop BPOM, Vaksin Nusantara Kini Berganti Penelitian Berbasis Sel Dendritik
Nusantara

Distop BPOM, Vaksin Nusantar..

20 April 2021 21:19
Anggota Kopassus Dikroyok Depan Bar, KSAD: Ngapain Di Situ?
Nusantara

Anggota Kopassus Dikroyok De..

20 April 2021 20:30
Peringati Hari Konsumen Nasional, Wapres: Pilihlah Produk Halal Untuk Mendorong Indonesia Menjadi Produsen Halal Dunia
Nusantara

Peringati Hari Konsumen Nasi..

20 April 2021 20:08
Pengacara Yang Ingin Robohkan Tenda Putih TVM Mantan Napi Kasus Penipuan
Nusantara

Pengacara Yang Ingin Robohka..

20 April 2021 19:46