Tidak Adil, Jika Kompensasi PLN Hanya Untuk Korban Black Out 408

Selasa, 13 Agustus 2019, 23:46 WIB
Laporan: Yelas Kaparino

Ilustrasi/Net

Wacana Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan kompensasi kepada pelanggan atas padamnya listik di sebagian pulau Jawa pada 4 Agustus lalu, dinilai sebagai kebijakan diskriminatif yang akan memicu kecemburuan.

Kompensasi PLN menjadi tidak adil, jika hanya diberikan pada korban ‘black out 408’ saja. PLN seharusnya juga memberikan kompensasi serupa terhadap pelanggan di daerah lainnya, yang juga kerap mengalami pemadaman listrik bergilir.

Setidaknya demikian pandangan yang dikemukakan  Koordinator Komunitas Pemerhati Pelayanan Publik Bobi Septian.  

“Kalau PLN mau kasih kompensasi, masyarakat di daerah lainnya seperti di Sumut atau lainnya yang mengalami hal serupa juga harus mendapat kompensasi,” ujar Bobi seperti dilansir Kantor Berita RMOLSumut, Selasa (13/8).

Bobi yakin, tak hanya korban 'black out 408' saja yang ingin kompensasi. Masyarakat di daerah lain yang menjadi korban pemadaman listrik juga menginginkan hal sama.
"Contohnya kami di Sumut yang selama ini cukup sering merasakan pemadaman listrik. Apa kami bukan pelanggan PLN yang memiliki hak yang sama?" tanya dia.
Bobi menambahkan, pihaknya bersama beberapa stake holder terkait akan menggelar dialog publik untuk membahas kebijakan diskriminatif terkait kompensasi tersebut. Dialog digelar bersama Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Medan yang akan diselenggarakan Rabu (14/8), besok.
"Kami berharap hasil diskusi ini bisa menjadi masukan dan pertimbangan bagi pemerintah pusat untuk  memberikan kompensasi pemadaman listrik untuk seluruh rakyat Indonesia," tandas Bobi.

Kolom Komentar


Video

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

Kamis, 08 Agustus 2019
Video

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Jumat, 09 Agustus 2019
Video

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Rabu, 14 Agustus 2019