Andi Arief: Jakarta Berpotensi Digoncang Gempa Megathrust

Andi Arief/Net

Potensi gempa berkekuatan tinggi atau megathrust di Jakarta pernah disampaikan Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (BSB) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pertengahan 2013 lalu.

Stafsus Presiden bidang BSB, Andi Arief, ketika itu mengatakan sangat mungkin Jakarta mengalami gempa hingga 8,7 atau bahkan 9,2 SR. Pernyataannya itu didasarkan pada riset yang dilakukan pihaknya terhadap sejumlah bencana berkategori purba yang pernah dan/atau diperkirakan pernah terjadi di wilayah yang kini dikenal sebagai Indonesia.

Misalnya, gempa berkekuatan di atas 8 SR dengan titik episentrum di sekitar Selat Sunda pada tahun 1908. Disebutkan bahwa gempa itu mengakibatkan kerusakan di Anyer, Banten, hingga Jakarta.

Penjelasan Andi Arief itu diperkuat oleh, antara lain, DR. Danny Hilman Natawidjaja, salah seorang geolog senior dari LIPI yang bersama beberapa ahli lain membantu penelitian Kantor Stafsus BSB.

Menurut DR. Danny Hilman, potensi gempa berkekuatan 8,7 SR atau bahkan di atas 9 SR yang melanda Jakarta memang ada.

Energi besar mungkin sekali dilepaskan dari pertemuan subduksi antara lempeng Benua Euro-Asia dan India-Australia di barat Pulau Sumatera dan selatan Pulau Jawa hingga Sunda Kecil.

Subduksi antara kedua lempeng itu dari utara Pulau Sumatera hingga selatan, di Bengkulu, lebih rapat atau terkunci. Ini memungkinkan terjadinya semacam lentingan. Akibatnya gerakan lempeng India-Australia ke bawah lempeng Euro-Asia akan sangat kuat dan menghasilkan gempa dengan kekuatan yang sangat signifikan. Dia juga mengatakan, Gempa berkekuatan sekitar 9 SR dapat terjadi antara 200 hingga 300 tahun.

Gempa yang terjadi Jumat malam ini (2/8) kembali mengingatkan Andi Arief pada berbagai studi kebencanaan yang pernah dilakukan kantornya kala itu.

Gempa yang barusan terjadi “hanya” berkekuatan 7,4 SR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, selain berpotensi tsunami, getaran gempa sampai ke Jakarta dan sekitarnya.

"Dulu saya dimaki-maki karena mengingatkan potensi gempa megathrust (Jakarta),” ujar Andi Arief.

"Alam masih memberi kesempatan pada manusia untuk berfikir dan membangun imajinasi bagaimana seandainya dengan mekanisme seperti yang barusan, gempa yang terjadi di Selat Sunda berkekuatan 9,2 SR,” ujar Andi Arief.

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Wisma Atlet Pindahkan 34 Fasilitas Ruang ICU Ke RS Universitas Indonesia
Nusantara

Wisma Atlet Pindahkan 34 Fas..

26 September 2020 18:57
Mundurnya Akmal Taher Indikasi Ada Kesalahan Dalam Penanganan Covid-19 Di Indonesia
Nusantara

Mundurnya Akmal Taher Indika..

26 September 2020 17:49
Bertambah 4.494 Kasus, Total 271.339 Orang Terjangkit Covid-19
Nusantara

Bertambah 4.494 Kasus, Total..

26 September 2020 16:11
Sambut Pjs Gubernur Sulut, Olly Dondokambey: Selamat Bekerja Pak Agus Fatoni, Kita Gantian Sementara
Nusantara

Sambut Pjs Gubernur Sulut, O..

26 September 2020 11:37
Anwar Abbas Setuju Wacana Sumatera Barat Diganti Jadi Provinsi Minangkabau
Nusantara

Anwar Abbas Setuju Wacana Su..

26 September 2020 10:43
Eddi Widiono Dukung VBL Wujudkan Koridor Listrik NTT-Jawa
Nusantara

Eddi Widiono Dukung VBL Wuju..

26 September 2020 09:34
Hari Ini, Airlangga Kampanye
Nusantara

Hari Ini, Airlangga Kampanye..

26 September 2020 07:59
Dinas PUPR Kalsel Bangun Akses Jalan Menuju Makam Datu Kelampayan Target Selesai 2024
Nusantara

Dinas PUPR Kalsel Bangun Aks..

26 September 2020 07:31