Polisi Tangkap Pemuda 19 Tahun Bersama 230 Butir Pil Koplo

Foto:Polres Lumajang

Satuan Reserse Narkoba Polres Lumajang berhasil mengamankan 230 butir pil koplo dari seorang tersangka atas nama Ahmad Arianto (19 tahun) warga Dusun Kayu Enak, Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Ahmad ditangkap di rumahnya dan ditemukan barang bukti berupa pil koplo dan uang tunai sejumlah Rp. 150.000. Dengan barang bukti tersebut sudah cukup membuat tersangka yang bersangkutan untuk diseret ke jeruji besi.

Untuk selanjutnya, barang bukti diamankan ke Mapolres Lumajang beserta pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Lumajang AKBP M. Arsal Sahban menghimbau kepada generasi muda menjauhi narkoba.

"Masa depan kalian pasti hancur kalau sudah terjerat narkoba. Sebagai pemuda, harus siap jatuh bangun dalam meraih cita-cita. Janganlah sebuah kegagalan membuat jadi patah semangat dan kemudian melarikan diri ke narkoba. Kesenangan saat mengkonsumsi narkoba hanyalah fatamorgana belaka," ungkap Arsal dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/7).

Lebih lanjut, pria lulusan akademi kepolisian tahun 1998 yang juga sebagai inisiator terbentuknya Tim Cobra Polres Lumajang mengatakan akan terus mengkampanyekan perang terhadap kartel obat-obatan terlarang di wilayah Lumajang.

"Saya akan terus tangkap siapa saja yang berada di lingkaran hitam kartel obat obatan terlarang di wilayah Lumajang. Silahkan para pelaku untuk menghentikan perbuatannya, atau jika tidak maka bersiaplah untuk merayakan hari raya di balik jeruji besi," tutup Kapolres.

Kasat Resnarkoba AKP Priyo Purwandito SH menambahkan, sesuai perintah Kapolres, pihaknya akan terus mengejar para pengedar Narkoba

"Saya ingin Lumajang bebas dari penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang. Bagi masyarakat yang mengetahui tentang pengedar narkoba, laporkan kepada kami. Pelapor akan kami rahasikan identitasnya," ujar Priyo.

Sesuai undang-undang yang berlaku di Indonesia Pasal 197 sub. 196 UU 36/2009 tentang kesehatan, pelaku terancam kurungan penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Sambut Kawasan Industri Terpadu, Kabupaten Batang Siapkan Data Pencari Kerja
Nusantara

Sambut Kawasan Industri Terp..

07 Maret 2021 15:46
Soroti Penderita Gizi Buruk Serius Di Wajo, Ketua DPD Minta BPJS Permudah Kasus Luar Biasa
Nusantara

Soroti Penderita Gizi Buruk ..

07 Maret 2021 13:42
JAFEST 2021, Memulihkan Ekonomi Lewat Kekuatan Budaya, Ekonomi Kreatif Dan Pariwisata Jabar
Nusantara

JAFEST 2021, Memulihkan Ekon..

07 Maret 2021 11:56
Buka JAFEST 2021, Atalia Kamil: Menggeliatkan Pariwisata Jadi PR Kita Semua
Nusantara

Buka JAFEST 2021, Atalia Kam..

07 Maret 2021 10:58
Satpol PP DKI Raih Penghargaan Dari Kemendagri, FPPJ: Jangan Kasih Kendor
Nusantara

Satpol PP DKI Raih Pengharga..

07 Maret 2021 05:38
Satpol PP DKI Raih Penghargaan Karya Bhakti Peduli, Anies Tetap Ingatkan Soal Protokol
Nusantara

Satpol PP DKI Raih Pengharga..

07 Maret 2021 02:53
Ketua KNPI Merauke Yakin Duet Mbaraka-Ridwan Akan Bawa Wilayahnya Lebih Maju
Nusantara

Ketua KNPI Merauke Yakin Due..

07 Maret 2021 01:01
Kunci Ancaman PAW Hasil KLB Ilegal, Demokrat Banten Berkomunikasi Dengan Kepala Daerah
Nusantara

Kunci Ancaman PAW Hasil KLB ..

06 Maret 2021 21:27