Dodi Reza Perjuangkan Sawit Indonesia Bukan Komoditas Penyebab Deforestasi

Sabtu, 23 Maret 2019, 11:36 WIB | Laporan: Yelas Kaparino

Dodi Reza dan Willem Klaassens/Repro

.  Capaian pembangunan komoditas pertanian di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)  mendapatkan apresiasi bukan hanya dari dalam negeri, juga dari luar negeri.

Kali ini, upaya pengembangan komoditas Kelapa Sawit berkelanjutan yang diinisiasi Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin mendapatkan apresiasi dari IDH Global di Arthur van Schendelstraat, Utrecht, Belanda.
 
Secara resmi, Dodi Reza diundang untuk menyambangi IDH di Utrecht Belanda pada 22-24 Maret 2019.  Dalam papat bersama di Belanda, Program Director IDH, Daan Wensing dan Senior Commodity Trade Specialist IDH, Willem Klaassens juga tampil sebagai pembicara.

Salah satu topik yang mendapat perhatian serius terkait program realisasi Verified Source Area (VSA) di Muba yang terkaitdengan Amsterdam Declaration. Dimana Muba sebagai Lumbung komoditas Sawit dan komoditas Karet yang berkelanjutan.

Menurut Dodi Reza, kesempatan tersebut merupakan salah satu peluang positif sebagai ajang promosi hasil Komoditas petani Sawit dan Karet di Muba untuk level Uni Eropa. Meyakinkan pihak luar tentang pembangunan berkelanjutan yang telah dilaksanakan di Bumi Serasan Sekate.

"Bupati Muba mendapat kesempatan emas untuk rapat bersama di kantor IDH global Belanda karena komitmen  Pemkab Muba dalam membangun komoditas pertanian berkelanjutan,” ungkap Kabag Humas Pemkab Muba, Herryandi Sinulingga AP.

Herryandi menjelaskan,  program kelapa sawit dan karet yang dilaksanakan di Muba berkolaborasi dengan yayasan IDH. Antara lain untuk inisiatif perdagangan berkelanjutan dalam membangun komoditas berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui uji coba kesiapan rantai pasokan berkelanjutan (VSA) yang berbasis wilayah Musi Banyuasin  Provinsi Sumatera Selatan.
 
“Banyak yang sudah direalisasikan Bupati Dodi Reza atas komitmennya terkait Inisiatif perdagangan berkelanjutan dalam membangun komoditas berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” jelasnya.
 
Salah satunya, ujar Herryandi, adalah realisasi peremajaan perkebunan sawit ribuan hektar milik petani swadaya mandiri.

“Program itu dilakukan sejak tahun 2017 sampai tahun 2019 ini. Selain itu program pengelolaan inti kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati atau biofuel dan akan menjadi energi terbarukan, sebagai upaya untuk menyiasati penekanan penggunaan energi fosil yang akan diterapkan di Kabupaten Musi Banyuasin dengan melakukan MOU bersama ITB,” ujarnya.
 
Pada kesempatan di Belanda, Dodi Reza meyakinkan IDH bahwa kelapa sawit di Musi Banyuasin bukan sebagai komoditas penyebab deforestasi.

“Karena program kita (Muba) berkelanjutan dengan program replanting sawit dan ini merupakan bentuk pembelaan sawit indonesia di level UE," ujar Herryandi.

Kolom Komentar


Video

Futsal 3 X Seminggu Tingkatkan Kecerdasan Otak

Selasa, 16 Juli 2019
Video

Garuda Perlu Tinjau Ulang Aturan Mengambil Foto dan Video

Rabu, 17 Juli 2019
Video

Mulai Panas, Nasdem Sindir PKB

Kamis, 18 Juli 2019