Proses Integrasi Angkutan Umum Lain Dengan MRT Sudah 80 Persen

Kamis, 14 Maret 2019, 16:18 WIB | Laporan: Bonfilio Mahendra Wahanaputra

Bambang Prihartono/RMOL

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sedang fokus untuk mengintegrasikan aneka moda transportasi dengan 13 stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Pengintegrasian angkutan umum dibutuhkan untuk menggerakkan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Kepala BPTJ, Bambang Prihartono, mengklaim proses pemaduan sejauh ini sudah mencapai 70-80 persen.

"MRT sudah 99 persen siap beroperasi. Integrasinya (dengan transportasi lain) kira-kira 70-80 persen. Kami siapkan terus, sempurnakan terus," kata Bambang kepada wartawan lewat telepon, Kamis (14/3).

BPTJ tidak hanya menyiapkan angkutan penyambung untuk menuju stasiun MRT. Tetapi juga menyediakan fasilitas park and ride bagi warga untuk menitipkan kendarannya.

"Kami lagi mempersiapkan ini, misalnya, di Lebak Bulus nanti kalau ada TransJakarta parkirnya di mana, kemudian angkotnya di mana, kemudian nanti setelah itu kalau ada bus antarkota itu parkirnya di mana," jelas dia.

Masih menyangkut kemudahan bagi penumpang, sebelumnya Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, mengatakan, masyarakat yang ingin menaiki MRT dianjurkan memakai kartu uang elektronik yang diterbitkan lima bank milik pemerintah dan swasta.

"Uang elektronik dari BNI, BRI, Bank Mandiri, BCA, dan Bank DKI bisa digunakan penumpang untuk membeli tiket MRT," ucap William, Selasa (12/3).
Editor: Aldi Gultom

Kolom Komentar


loading