Perempuan Aset Pembangunan Untuk Mencapai Kemandirian

Jumat, 08 Maret 2019, 19:24 WIB | Laporan: Wahyu Sabda Kuncahyo

Ilustrasi/Net

Kesetaraan gender merupakan kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan dan haknya sebagai manusia, agar mampu dan berpartisipasi dalam kegiatan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, dan kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan.

Aktivis perempuan yang juga anggota DPD RI Fahira Idris menjelaskan, saat ini kesetaraan gender yang sedang didorong adalah persamaan substantif untuk memberikan akses partisipasi, keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan antara perempuan dan laki-laki dalam pembangunan. Sehingga manfaat pembangunan benar-benar dapat dirasakan secara adil antara keduanya sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan.

"Kita harus terus berupaya menjadikan perempuan sebagai aset dan potensi pembangunan dengan satu tujuan yaitu mempunyai kemandirian terutama secara ekonomi dan sosial. Dengan berdaya secara ekonomi dan sosial maka perempuan Indonesia akan menjadi agent of change baik bagi dirinya sendiri, keluarga, lingkungan, dan masyarakat," paparnya kepada wartawan, Jumat (8/3).

Menurut Fahira, salah satu strategi agar terjadi perubahan pola pikir dan pemberdayaan perempuan bisa mencapai hasil yang diinginkan adalah menempatkan lebih banyak perempuan di badan publik mulai dari eksekutif, yudikatif, dan terutama legislatif atau parlemen.

"Sebagai negara yang berada di dalam proses konsolidasi demokrasi, perihal representasi perempuan di badan-badan publik menjadi sangat penting bagi Indonesia. Demokrasi tidak hanya persoalan prosedural namun juga substansi. Semakin banyak perempuan menempati posisi-posisi strategis maka arah dan hasil pembangunan akan bisa lebih berkeadilan," pungkas Senator asal DKI Jakarta itu.
Editor:

Kolom Komentar