Mengenang Kejayaan Glodok Lewat Festival Kuliner Pasar Glodok

Senin, 04 Februari 2019, 05:20 WIB | Laporan: Wahyu Sabda Kuncahyo

Festival Kuliner Pasar Glodok/Net

Sejak zaman kolonial Belanda, Kawasan Glodok, Jakarta sudah menjadi pusat berbagai kegiatan. Dari menjadi wilayah bisnis sampai kuliner.

Glodok memiliki sejarah cukup panjang sebagai gudangnya kuliner khas pecinan. Karenanya, untuk pertama kalinya, Jiiscomm menggelar Festival Kuliner Pasar Glodok dengan menghadirkan sajian kuliner terbaik dari Kawasan Glodok dan sekitarnya.

Founder Jiiscomm Febriyanto Rachmat menjelaskan, pihaknya punya konsep untuk mengangkat pasar ikonik Nusantara guna dibuatkan festival tahun ini. Selain Festival Pasar Glodok, ke depan akan ada Festival Pasar Klewer, Festival Pasar Beringharjo, Festival Pasar Ateh Bukittinggi, Festival Pasar Cihapit Bandung, serta Festival Pasar Genteng Surabaya.

"Generasi muda perlu diperkenalkan dengan pasar sebagai salah satu saksi sejarah bangsa yang menggerakkan ekonomi rakyat dari jaman dahulu," jelasnya kepada wartawan, Senin (4/2).

Seperti Kawasan Glodok yang memiliki peran penting dalam proses berdirinya Batavia hingga berkembang menjadi Kota Jakarta. Di masa pemerintahan kolonial Belanda, Kawasan Pancoran Glodok adalah pintu gerbang utama menuju Batavia dari arah selatan.

Sebutan Glodok sendiri secara turun temurun dikisahkan dari suara air pancur yang keluar dari sebuah bangunan kecil berbentuk segi delapan yang dibangun sekitar 1743 di tengah halaman Stadhuis atau balai kota yang kini menjadi Museum Sejarah Jakarta. Bunyi air grojok-grojok dari pancuran itulah oleh penduduk Tionghoa dieja sebagai glodok.  

"Bangunan ini banyak membantu serdadu Belanda karena mengalirkan air bersih yang bisa digunakan sehari-hari. Dan kawasan Glodok juga dikenal dengan gudangnya makanan pecinan yang enak enak," jelas Febriyanto.  

Festival Kuliner Pasar Glodok sendiri digelar di Mal Ciputra pada 23 Januari hingga 10 Februari mendatang pukul 10.00-22.00 WIB.

Pengunjung bisa merasakan kelezatan masakan legenda Glodok dan sekitarnya, seperti minuman Kopi Es Tak  Kie, Es Sari Salju 899, Es Krim Medan Pak Apat, Teh Mekar by Adam Lie, serta aneka es dan wedang Semarang. Ada juga penganan Otak-otak Binatu asli Lookie, Cakwe Orchard, Pisang Goreng Srikaya Ahou.

Untuk makanan beratnya tersedia Nasi Campur Tak Kie, Rujak Shanghai Encim, Pempek Eirin 10 Ulu, Bakmi Amoy,  Kacang Ijo Pancoran Teddy, serta Sate Padang Petak IX. Pengunjung juga bisa memanjakan lidah dengan Kuotie Shantung Ling, Swike, lumpia & Soto Kudus Semarang, Ketupat Cap Go Meh Gloria, Chicongfan Pak Karim, Mie Kangkung Tjandra,  Sekba Tim 999, Kembang Tahu Mas Yaya, Pho pho's Kaloci, Bakso Gepeng & Urat Gapong, Sari Tebu & Kedondong Kiamboy, Sang Babi Bangka Aing, Master Kungfu Cha, serta Sate Kuah Pontianak Bang Anek, Nasi Ulam Misjaya. [wah]
Editor:

Kolom Komentar


Video

Futsal 3 X Seminggu Tingkatkan Kecerdasan Otak

Selasa, 16 Juli 2019
Video

Garuda Perlu Tinjau Ulang Aturan Mengambil Foto dan Video

Rabu, 17 Juli 2019
Video

Mulai Panas, Nasdem Sindir PKB

Kamis, 18 Juli 2019