Inisiator Koalisi Sulteng Bersatu: Pengetahuan Bencana Masih Minim

Sabtu, 13 Oktober 2018, 10:57 WIB | Laporan: Bonfilio Mahendra Wahanaputra

Chalid Muhammad/RMOL

. Belajar dari gempabumi di Nusa Tenggara Barat disusul gempabumi disertai tsunami di Sulawesi Tengah, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diminta agar secara intens melakukan sosialisasi mengenai pengetahuan tentang gempa terlebih di daerah rawan bencana.

Demikian disampaikan Inisiator Koalisi Sulteng Bersatu, Chalid Muhammad saat menjadi pembicara Perspektif Indonesia dengan "Menata Mitigasi Bencana Lewat Sulteng" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10).

Chalid mengatakan BMKG bersama pemerintah sebaiknya intens melakukan sosialisasi mengenai pengetahuan gempa. Pasalnya, pengetahuan gempa di masyarakat masih minim.

"Orang BMKG bisa ubah dan harus lakukan simulasi untuk pengetahuan kebencanaan. BMKG dapat memberikan pengetahuan dasar tentang bencana, karena masyarakat dan anak sekolah tidak ada pelajaran ini di muatan lokal di sekolah," ujar Chalid.

Selain untuk mengetahui daerah rawan gempa, penyuluhan yang dilakukan BMKG juga berguna untuk mengetahui apa yang akan dilakukan bila terjadi gempa.

Hal itu juga akan meminimalisir rasa trauma dari masyarakat itu sendiri pasca gempa.

"Sebab ketakutan bisa dimanage atau diredam karena pengetahuan. Dan ini akan membuat masyarakat menjadi  tenang," tutup Chalid. [rus]

Kolom Komentar


loading