Survei LKPI: Kebanyakan Masyarakat Tidak Puas Dengan Kinerja Pemprov Kalbar

Rabu, 26 Juli 2017, 21:42 WIB
Laporan: Bunaiya Fauzi Arubone

Ilustrasi/Net

Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) melakukan survei terkait pemilihan gubernur Kalimantan Barat 2018. Survei ini dilakukan sejak 10 sampai 19 Juli 2017 lalu.

Direktur Eksekutif LKPI, Arifin Nurcahyono menjelaskan, pihaknya mengunakan sample atau responden terpilih sebanyak 1815 pemilih dari populasi warga Kalimatan Barat yang tercantum dalam daftar pemilih tetap pada Pilpres 2014, yaitu 3.506.277 pemilih. Responden tersebar secara proposional

Survei ini, tambah Arifin, confidential levelnya mencapai 95 persen dan margin of error sebesar +/- 2,3 persen. Survei ini sendiri dilakukan dengan menggunakan multistage random sampling di 12 Kabupaten dan 2 kota madya di Kalimantan Barat.

"Adapun tokoh-tokoh yang diuji Dalam survei jajak pendapat ini adalah Ria Norsan Bupati Mempawah, Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Suryadman Gidot Bupati Bengkayang, nama Bupati Kayong Utara  Hildi Hamid, mantan Bupati Landak dua periode Adrianus Asia Sidot, Kartius yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Barat, Aggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Kalbar Lasarus, Mantan Bupati Sintang Milton Crosby, Karolin Margret Natasa yang merupakan putri Cornelis sekaligus Bupati Landak, Paulus Hadi Bupati Sanggau, Syarif Abdullah Alkadrie Anggota DPR RI dari Partai Nasdem, dan Maria Goreti Anggota DPD RI dari Kalimantan Barat," bebernya dalam keterangan yang diterima wartawan, Rabu (26/7).

Menurut dia, dari temuan survei didapati bahwa masyarakat yang cukup puas dengan kinerja Pemprov Kalimantan Barat selama 5 tahun terakhir hanya 26,2 Persen, yang sangat tidak puas sebanyak 73,8 persen. Adapun ketidakpuasan masyarakat adalah dalam hak pembangunan Kalimantan Barat. Tingkat kepuasan masyarakat lebih terkait pada infrastruktur, pelayanan terhadap masyarakat, lapangan kerja yang minim serta fasilitas kesehatan dan fasilitas pendidikan yang juga minim.

LKPI juga melakukan survei atas tingkat popularitas beberapa tokoh tersebut. Hasilnya, Bupati Landak Karolin Margret Natasya adalah kandidat paling populer dengan 87,3 persen dikenal masyarakat Kalbar. Dia paling dikenal karena pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI sebanyak dua periode, putri Gubernur Kalimantan Barat, serta  kasus video porno yang diduga melibatkan Karolin.

Urutan kedua Wali Kota Pontianak, Sutarmidji dengan 77,4 persen. Sutarmidji lebih dikenal karena kinerja yang cukup memuaskan dalam memimpin Kota Pontianak. Disusul Milton Crosby dengan 77,2, dikenal sebagai pemprakasa terbentuknya Provinsi Kapuas Raya serta keberhasilan membangun Kabupaten Sintang. Kemudian Maria Goreti dengan 64,3 persen, Hildi Hamid 55,3 persen, Ria Norsan dikenal 56,3 persen,  Suryatman Gidot 49,4 persen, Adrianus Sidot 59,4 persen, Kartius 30,6 persen, Paulus Hadi 51,4 persen, Lasarus dengan 50,4 persen, serta Syarif Abdullah Alkadrie hanya 43,1 persen.

Sementara untuk tingkat akseptabilitas oleh masyarakat, Milton Crosby berada pada peringkat teratas sebesar 86,3 persen, Sutarmidji 80,4 persen, Adrianus Sidot 76,3 persen, Lasarus 74,3 persen, Ria Norsan 77,7 persen, Hildi Hamid 67,3 persen, Karolin 66,7 persen, Suryadman Gidot 57,5 persen, Maria Goretti 56,3 persen, Kartius 54,6 persen, Paulus Hadi 51,2 persen, dan Abdullah Alkadrie 41,2 persen.

"Temuan ini menunjukan bahwa hanya ada lima tokoh yang memiliki Tingkat penerimaan diatas 70 persen, sedangkan Karolin Anak dari Gubenur Petahana hanya berada di urutan ke tujuh," jelasnya.

Lebih lanjut hasil survei terkait pertanyaan siapakah tokoh yang dianggap mampu meneruskan tongkat estapet kepemimpinan Cornelis memimpin Kalimantan Barat. Dalam jajak pendapat ini, Milton Crosby dianggap dan dinilai sangat mampu dengan tingkat kapabilitas sebesar 88,3 persen, sedangkan Sutarmidji dianggap mampu oleh 73,2 persen masyarakat Kalbar, Ria Norsan 70,2 persen, Lasarus 68,7 persen, Hildi Hamid 68,3 persen, Adrianus Sidot 67,3 persen, Karolin 55,3 persen, Suryadman Gidot 51,6 persen, Abdulah alkadrie 51,5 persen, Kartius 51,4 persen, Maria Goreti 49,5 persen, kemudian Paulus Hadi sebesar 49,3 persen.

Setelah responden memberikan pendapat terkait popularitas, akseptabilitas, kapabilitas dari para tokoh, lanjut Arifin, maka ketika di tanyakan secara spontan oleh surveyor dengan pertanyaan "Siapa yang akan dipilih jika seandainya diadakan Pilgub Kalbar pada hari ini". Jawaban responden menempatkan Milton Crosby sebagai tokoh yang paling banyak dipilih yaitu sebanyak 19,3 persen, lalu Sutarmidji dipilih sebanyak 14,4 persen, RIa Norsan 11,4 persen, Karolin Margret Natasya dipilih sebanyak 11,2 persen Hildi Hamid 8,3 persen, Lasarus dipilih sebanyak 6,1 persen, dan Adrianus Sidot 3,4 persen, Suryadman Gidot 3,3 persen, Kartius 3,2 persen, Abdullah Alkadri 3,1 persen, Maria Goreti 2,4 persen, Paulus Hadi 2,3 persen dan  tidak menjawab sebanyak 11,6 persen.

"Ada 4 tokoh yang memiliki elektabilitas di atas 10 Persen ini mengambarkan bahwa ke tempat tokoh tersebut yaitu Milton Crosby, Sutarmidji, Ria Norsan dan Karolin dimungkinkan dan berpeluang untuk bersaing, dan diprediksi Pilgub kalbar akan diikuti oleh 4 pasang dimana 2 pasang yaitu Sutarmidji dan Ria Norsan akan mewakili etnik melayu dan Muslim sedangkan Milton dan Karolin akan mewakili etnik dayak dan non Muslim. Untuk bisa memenangkan mereka harus pandai pandai memilih cawagubnya dan temuan survei faktor primidialisme menjadi faktor utama bagi pemilih di Kalimantan Barat," pungkas Arifin. [sam]
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

Update COVID-19: Luhut dan Jokowi Satu Suara Virus Corona Tidak Cocok Cuaca Panas Indonesia

Jumat, 03 April 2020
Video

JODHI YUDOYONO: Ketika Membayangkan | Puisi Hari Ini

Jumat, 03 April 2020
Video

Update COVID-19 | Jumat 3 April, Positif 1.986 orang, dan 181 Meninggal

Jumat, 03 April 2020