Asean Korea Coopertion Onwards
ASEAN-KOREA Cooperation Upgrade
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Bawang Putih Dan TDL Sumbang Inflasi Tertinggi Di Jatim

Minggu, 04 Juni 2017, 07:45 WIB
Bawang Putih Dan TDL Sumbang Inflasi Tertinggi Di Jatim
Ilustrasi/Net
Laju inflasi pada bulan Mei di Jawa Timur (Jatim) mencapai 0,48 persen atau lebih tinggi dari inflasi nasional 0,39 persen.

Inflasi terjadi di seluruh kota Indeks harga Konsumen (IHK) di Jatim.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Teguh Pramono mengatakan, tiga komoditas utama yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi di Jatim bulan Mei ini yakni bawang putih, telur ayam ras, dan tarif listrik.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar deflasi ialah bawang merah, cabai rawit, dan gula pasir.

"Bulan Mei tahun 2016 rendah karena waktu itu belum masuk bulan puasa, sekarang Mei sudah masuk puasa," kata Teguh seperti yang dilansir JPNN.Com (Minggu, 4/6).

Menurut dia, tingginya inflasi dan andil inflasi dari komponen yang bergejolak akibat dari kenaikan harga bawang putih dan harga telur ayam ras.

Untuk komponen yang diatur pemerintah mengalami inflasi dipicu oleh kenaikan tarif daya listrik akibat pencabutan subsidi tahap ketiga tanggal 1 Mei 2017. Selain itu juga dipicu kenaikan BBM non subsidi serta akibat kenaikan tarif angkutan udara.

Sedangkan untuk komponen inti, inflasi didorong oleh kenaikan rekreasi.

Produksi bawang merah yang terus meningkat menyebabkan di pasar menjadi penghambat utama terjadinya deflasi di bulan Mei 2017. Harga cabai rawit juga terus berangsur-angsur turun dari harga semula yang sangat tinggi pada bulan sebelumnya.

Sedangkan keputusan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) gula pasir yang dijual di pasar ritel modern dan distributor gula sebesar Rp 12.500/kg menjadi salah satu penghambat inflasi.

"Andil terbesar terjadinya inflasi ialah berasal dari komponen yang bergejolak yaitu menyumbang 0,21 persen, untuk komponen yang diatur pemerintah menyumbang 0,18 persen, sedangkan untuk komponen inti menyumbang 0,07 persen," jelasnya.

Kota Malang memiliki angka inflasi paling tinggi yaitu 0,82 persen sedangkan inflasi terendah ialah Banyuwangi yaitu sebesar 0,33 persen.[wid] 
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA